SMA LTI IGM Sekolah Adiwiyata Kota Palembang 2015

adiwiyata

          Rabu, 22 April 2015 SMA LTI IGM mendapat penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Kota. Ini merupakan suatu momentum yang baik untuk lebih meningkatkan kepedulian warga SMA LTI IGM tentang lingkungan yang sejalan dengan misi sekolah: Bersih, Aman, Rapi, Indah, dan Sehat (BARIS).

Selengkapnya: SMA LTI IGM Sekolah Adiwiyata Kota Palembang 2015

Lubang Resapan Biopori di SMA LTI IGM

WhatsApp Image 2017-11-14 at 10.58.07

          Di lingkungan SMA LTI IGM banyak sekali lubang resapan atau biopori yang dibuat. Dibuatnya lubang atau rongga  di dalam atau di atas permukaan tanah ini untuk menjadi lubang resapan air hujan sehingga air hujan dapat meresap kembali ke dalam tanah. Selain itu dengan adanya lubang biopori maka tanah mampu memperbesar daya tampungnya terhadap air hujan yang masuk ke dalam tanah, mengurangi genangan air di permukaan tanah, dan pada akhirnya  mengurangi volume limpahan dan aliran air hujan ke saluran atau sungai.

          Tim IG dengan didampingi guru membuat lubang biopori ini di halaman sekolah. Lubang biopori dibuat dengan kedalaman 80-100 cm dan diameternya 10-30 cm. Setelah lubang terbentuk selanjutnya di dalamnya dimasukkan sampah organik berupa daun-daunan atau sisa makanan, yang dapat menghasilkan pupuk yang berguna sebagai nutrisi tanaman dan penyubur tanah. 

Bank Sampah di SMA LTI IGM

diet-sampah

          Bank sampah adalah suatu sistem pengelolaan sampah kering secara kolektif yang mendorong warga SMA LTI IGM untuk berperan serta aktif di dalamnya. Sistem ini akan menampung, memilah, dan menyalurkan sampah bernilai ekonomi pada pihak penampung. Siswa- siswi SMA LTI IGM  yang tergabung dalam kelompok IG mengumpulkan jenis-jenis botol minuman, kertas – kertas berkas dan memasukkannya ke plastik-plastik yang tersedia di setiap kelas. Setiap hari siswa-siswi per kelas akan mengumpulkan sampah tersebut ke Bank Sampah. Pemilahan sampah  secara lebih lanjut agar petugas penimbang dapat dengan mudah menghitung nilai ekonomis sesuai dengan jenis sampah yang diberikan.

          Kegiatan ini sudah hampir 2 tahun dilaksanakan di SMA LTI IGM. Kegiatan ini juga dapat mengurangi menimbunan botol-botol plastik di kotak sampah dan menjaga lingkungan agar terjaga dari timbunan sampah plastik. Dengan adanya Bank Sampah di SMA LTI IGM, pengelolaan sampah bisa menjadi lebih positif dan bahkan menguntungkan.

SMA LTI IGM Lolos Lomba Cerdas Cermat (LCC) Ekonomi 2017

 

WhatsApp Image 2017-11-04 at 10.59.05

Lomba Cerdas Cermat (LCC) Ekonomi Tingkat Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan Se- Provinsi Sumatera Selatan dalam rangka memperingati Hari Oeang RI ke-71 yang berlangsung 25- 26 Oktober 2017, di Gedung Balai Diklat Keuangan Palembang,  diikuti oleh 25 sekolah baik menengah atas maupun kejuruan. Lomba ini mengusung tema “Sadar APBN”. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan siswa SMA dan SMK tentang tupoksi Kemenkeu dan instansi vertikalnya di daerah serta hari Oeang Negara Republik  Indonesia. Lomba ini terdiri dua sesi , sesi penyisishan dan sesi final.

Pada sesi penyisihan, peserta menyelesaikan soal yang berkaitan dengan keuangan secara tertulis, 60 soal dalam waktu  60 detik. Pada sesi penyisishan ini, ada empat sekolah yang berhasil lolos, salah satunya SMA LTI IGM.

Setelah melewati sesi penyisihan,  peserta dari SMA LTI IGM akan memasuki sesi final. Dalam sesi final ini  ada empat babak yang harus ditempuh , yakni tujuh pertanyaan wajib, teka-teki silang, tebak tokoh, dan babak rebutan. Pada sesi penyisihan ini tidak hanya lomba cerdas cermat tapi juga dimeriahkan dengan lomba Yel-Yel dari keempat sekolah yang lolos sesi penyisihan tersebut. Lomba ini berlangsung sangat meriah di Gedung Keuangan Negara Sumatera Selatan.

Saat pengumuman para pemenang  oleh pihak panitia, siswa-siswi merasa deg-degan mereka berharap menjadi sang juara dalam lomba tersebut. Lagi-lagi peserta dari SMA LTI IGM lolos menjadi juara ke empat dalam lomba LCC dan juara pertama lomba Yel-Yel. Tepuk tangan dan rasa bahagia mengalir. Hadiah berupa uang pembinaan, trofi, piagam dan bingkisan pun dibawa pulang. 

Halaman 8 dari 16