Perawatan Tanaman di SMA LTI IGM

WhatsApp Image 2017-11-14 at 10.58.10 1

           Tanaman hidroponik, tanaman toga dan tanaman hias  yang ada di lingkungan SMA LTI IGM, selalu dilakukan perawatan agar tanaman tersebut dapat tumbuh subur dan terhindar dari penyakit tanaman. Siswa – siswi secara bergilir mendapat tugas untuk menyiram tanaman tersebut secara teratur, memberikan pupuk, mencabut tanaman liar yang tumbuh di sekitar pot, membuang ranting kering, dan menambah tanah bagi tanaman yang tanahnya mulai mengering.

Selengkapnya: Perawatan Tanaman di SMA LTI IGM

SMA LTI IGM Sekolah Adiwiyata Kota Palembang 2015

adiwiyata

          Rabu, 22 April 2015 SMA LTI IGM mendapat penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Kota. Ini merupakan suatu momentum yang baik untuk lebih meningkatkan kepedulian warga SMA LTI IGM tentang lingkungan yang sejalan dengan misi sekolah: Bersih, Aman, Rapi, Indah, dan Sehat (BARIS).

Selengkapnya: SMA LTI IGM Sekolah Adiwiyata Kota Palembang 2015

Lubang Resapan Biopori di SMA LTI IGM

WhatsApp Image 2017-11-14 at 10.58.07

          Di lingkungan SMA LTI IGM banyak sekali lubang resapan atau biopori yang dibuat. Dibuatnya lubang atau rongga  di dalam atau di atas permukaan tanah ini untuk menjadi lubang resapan air hujan sehingga air hujan dapat meresap kembali ke dalam tanah. Selain itu dengan adanya lubang biopori maka tanah mampu memperbesar daya tampungnya terhadap air hujan yang masuk ke dalam tanah, mengurangi genangan air di permukaan tanah, dan pada akhirnya  mengurangi volume limpahan dan aliran air hujan ke saluran atau sungai.

          Tim IG dengan didampingi guru membuat lubang biopori ini di halaman sekolah. Lubang biopori dibuat dengan kedalaman 80-100 cm dan diameternya 10-30 cm. Setelah lubang terbentuk selanjutnya di dalamnya dimasukkan sampah organik berupa daun-daunan atau sisa makanan, yang dapat menghasilkan pupuk yang berguna sebagai nutrisi tanaman dan penyubur tanah. 

Bank Sampah di SMA LTI IGM

diet-sampah

          Bank sampah adalah suatu sistem pengelolaan sampah kering secara kolektif yang mendorong warga SMA LTI IGM untuk berperan serta aktif di dalamnya. Sistem ini akan menampung, memilah, dan menyalurkan sampah bernilai ekonomi pada pihak penampung. Siswa- siswi SMA LTI IGM  yang tergabung dalam kelompok IG mengumpulkan jenis-jenis botol minuman, kertas – kertas berkas dan memasukkannya ke plastik-plastik yang tersedia di setiap kelas. Setiap hari siswa-siswi per kelas akan mengumpulkan sampah tersebut ke Bank Sampah. Pemilahan sampah  secara lebih lanjut agar petugas penimbang dapat dengan mudah menghitung nilai ekonomis sesuai dengan jenis sampah yang diberikan.

          Kegiatan ini sudah hampir 2 tahun dilaksanakan di SMA LTI IGM. Kegiatan ini juga dapat mengurangi menimbunan botol-botol plastik di kotak sampah dan menjaga lingkungan agar terjaga dari timbunan sampah plastik. Dengan adanya Bank Sampah di SMA LTI IGM, pengelolaan sampah bisa menjadi lebih positif dan bahkan menguntungkan.

Halaman 10 dari 18